Jumat, 27 April 2012

KEUNGGULAN ILMU



Ali bin Abi Thalib ditanya oleh 10 ulama khawarij “mana yang lebih penting antara ilmu dan kekayaan” dan dijawab dengan 10 jawaban yang berbeda.

  1. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu merupakan warisan dari Nabi dan Rasul, sedangkan kekayaan adalah warisan Qorun, Fir’aun dll.
  2. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu dapat menjaga pemiliknya sedangkan harta harus dijaga oleh pemiliknya.
  3. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu memperbanyak teman dan sekutu sedangkan kekayaan memperbanyak musuh dan lawan.
  4. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu jika diberikan (diajarkan) kualitasnya semakin meningkat, sedangkan kekayaan jika dibelanjakan/dikeluarkan akan semakin berkurang dan habis.
  5. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena orang yang berilmu selalu mendapatkan penghormatan di masyarakat sedangkan yang kaya selalu mendapatkan panggilan yang rendah dan menghinakan.
  6. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena orang yang berilmu pada hari kebangkitan cepat/lambat menerima bantuan dari ilmu yang diajarkan, sedangkan orang kaya akan disiksa dan akan dimintai pertanggungjawaban dari kekayaannya.
  7. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena karena ilmu tidak bisa dicuri dari pemiliknya sedangkan harta bisa hilang atau dicuri.
  8. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu tidak habis sekalipun tidak ditambah sedang kekayaan [pasti akan habis.
  9. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu menyebabkan pemikiran seseorang menjadi tenang dan hati menjadi bercahaya sedang harta seringkali menjadikan pemiliknya bingung dan hatinya menjadi keras.
  10. Ilmu lebih penting daripada kekayaan karena ilmu membawa keuntungan dalam bentuk ganjaran sedang harta seringkali muncul dari ketidaksepakatan, siksaan dan penganiayaan.




The Power of Words - part 1

Speech                                                                                                                                                  
Pernah mendengar atau membaca sebuah kutipan tentang dahsyatnya kata-kata?, saya yakin sudah ya... . Dalam kehidupan kita sehari-hari pun kita seringkali menjumpai bahkan mungkin mengalaminya sendiri tentang betapa dahsyatnya kata-kata.
Sejarah telah mengukir nama-nama besar yang masih banyak diingat orang sampai saat ini karena kekuatan kata-katanya. Dalam dunia Islam dikenal salah satunya adalah tokoh pemberani bernama Thariq bin Ziyad. Pada saat itu ia mendapatkan perintah dari Musa bin Nushair, gubernur Afrika Utara untuk membebaskan wilayah Andalusia yang pada saat itu berada dalam kekuasaan Visigoth.
Di gunung yang sekarang bernama Jabal Musa, Musa bin Nushair membuka perkampungan yang dipakai Thariq untuk mengamati, merencanakan serta mempersiapkan segala sesuatu sebelum menyeberangi selat Gibraltar. Gibraltar berasal dari kata Jabal Thariq ( Gunung Thariq ).
Dengan tujuh ribu prajurit Thariq mendarat di Gibraltar. Ia dan pasukannya dihadapkan dengan 100.ooo pasukan Visigoth. Prajurit merasa gentar dengan jumlah pasukan yang tidak seimbang. Namun Thariq yang cerdas dan pemberani kemudian membakar seluruh kapal yang ia gunakan dengan ketujuh ribu pasukannya untuk menyeberangi selat. Kemudian ia mulai membangun mental pasukannya melalui pidatonya yang terkenal :
" ​Hai..prajuritku, didepan ada pasukan yang siap menyerang kita, dibelakang ada lautan. Apabila kau lari kebelakang akan tenggelam dan mati sia-sia. Tapi apabila kau maju dan mati, kau akan mati syahid, mati dijalan Allah. Tapi bila kau menang maka akan tercatat dalam sejarah dan akan dimuliakanoleh  Allah SWT. Majulah wahai pasukanku yang gagah berani ! "
Semangat pasukanpun naik seketika. Semua siap untuk mati syahid. Dan pertempuran akhirnya dimenangkan oleh Thariq, sedangkan Raja Roderick dari kerajaan Visigoth tewas dalam pertempuran tersebut. Selanjutnya kota demi kota Toledo, Elvira, Granada, Cordoba dan Malaga ditaklukkan. Antara musim semi dampai musim panas tahun 711 H, Thariq telah berhasil menguasai separuh wilayah Andalusia.
Betapa kata-kata mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat. Dengannya seseorang dapat mengobarkan semangat sehingga menumbuhkan kekuatan untuk melawan 100.000 jumlah pasukan musuh meskipun mereka sendiri berjumlah puluhan kali lebih sedikit.



Sabtu, 21 April 2012

(Puisi) L A R A

( Koleksi 25 Maret 2005 )

Lara...

Tak terhitung datang mendera

Seraut wajah yang tersamar oleh waktu

Mencambuk keras ulu hatiku

Mengikis habis akalku

Mengalirkan butir keangkuhanku